Uang Rp 172 Juta Honor Nyanyi DNA Pro Tak Disita, Rossa Apresiasi Polisi

Lagu kehormatan Rossa Rs 172 juta dari acara robot perdagangan DNA Pro belum disita oleh polisi. Rossa juga berterima kasih kepada polisi.
Saya berterima kasih kepada polisi kriminal dengan cepat, itu tidak bertele-tele. Karena banyak orang memberikan dukungan mereka, dan saya juga terkejut dengan kecepatan polisi. Profesional, karena saya sudah bilang dari awal bahwa saya siap,” kata Rossa kepada wartawan Selasa (26/4/2011) di kantor pengacaranya, Jakarta Selatan.

Selain itu, Rossa bersyukur uang yang diterima tidak disita polisi. Rossa mengatakan polisi telah menyatakan dengan tegas bahwa dia tidak terlibat dalam mempromosikan bot perdagangan.

Alhamdulillah Allah masih melindungi saya dan masih memberi saya kekayaan saya. Jadi kami dihubungi oleh departemen investigasi kriminal setelah tidak ada yang mengetahui bahwa kontrak itu tidak dilanggar, ada indikasi untuk mempromosikannya, “kata Rossa.

Omong-omong, pekerjaan saya hanya menyanyi di atas panggung. Akhirnya alhamdulillah tidak kami serahkan untuk disita,” imbuhnya.

Selain itu, Rossa melihat keadilan bisa segera ditegakkan bagi para korban DNA Pro. Saya berharap kasus ini bisa cepat selesai, pasti ada korban yang bisa dilayani dengan adil,” kata Rossa.

Sebelumnya, Departemen Reserse Kriminal Polri menyatakan gagal menyita Rs 172 juta dari Rossa dalam kasus robot perdagangan DNA Pro. Penyelidik menyimpulkan bahwa aliran itu tidak memiliki niat jahat.

Dari hasil penyidikan dan barang bukti yang diperoleh penyidik, penyidik ​​menyimpulkan bahwa dalam peristiwa pengaliran dana DNA Pro ke Rossa, tidak ditemukan nalar manusia atau kejahatan kerah putih (Dirtipideksus) yang disengaja. Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat dimintai konfirmasi, Selasa (26 April).

Begitu pula dengan underlying transaksinya ‘karena halal’, lanjutnya.

Uang itu diketahui sebagai kehormatan Rossa. Rossa kali ini tampil di ajang DNA Pro di Bali.

Posted on

Leave a Reply

Your email address will not be published.