Ridwan Kamil: Mudah-mudahan Setelah Arus Balik Pandemi Berubah Menjadi Endemi

Pemprov Jabar mengantisipasi arus balik dan memantau kasus Covid-19 pasca libur Lebaran dan urbanisasi.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengaku arus balik di Jabar hingga Kamis malam (5/5) masih terkendali dengan skenario yang dibuat.

“Saya kira berkat berbagai upaya yang telah dilakukan, seperti pengenalan lalu lintas satu arah di jalan tol, lalu lintas dua arah, relatif berhasil,” kata Ridwan Kamil, Jumat (05/06).

Ridwan Kamil mengatakan, sorotan juga tertuju pada pergerakan wisatawan di wilayah Jawa Barat saat ini. Semua tempat wisata diminta untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Upaya lain adalah mempercepat vaksinasi booster, meski tingkat implementasinya sejauh ini sesuai target 30 persen. Ia berharap tidak ada peningkatan kasus Covid 19 seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sampai saat ini, berdasarkan data (BOR) di rumah sakit, hanya 0,8 persen, kasus per hari hanya di bawah 40. Jika datanya sama setelah kepulangan seperti hari ini, mudah-mudahan itu menunjukkan pandemi. endemik,” ujarnya.

Ketika ditanya tentang peningkatan pendatang, dia mengatakan bahwa peningkatan urbanisasi sudah berlangsung. Program-program yang membantu mengubah pola pikir masyarakat pedesaan, seperti Petani Milenial, terus berkembang.

Kami telah mencoba mengubah pola pikir, terutama dengan generasi milenial yang ingin mencari pekerjaan di kota melalui berbagai program seperti Petani Milenial, Digitalisasi Desa, One Village One Company dan lain-lain,” jelasnya.

Berinvestasi di Jawa Barat yang tumbuh dengan baik dan terbaik di tanah air, dapat memberikan kontribusi yang sama terhadap penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah. Investasi di Jawa Barat tahun lalu mencapai Rp 136 miliar. Perhitungan kasar, dengan investasi 1 miliar rupee, 800-1.000 pekerjaan bisa dihitung.

Penentuan endemik Tunggu 14 hari ke depan
Dampak mudik terhadap peningkatan kasus Covid-19 pada musim Idul Fitri tahun ini dapat dilihat dan dinilai selama 14 hari ke depan. Kewaspadaan selama sebulan terakhir sudah berjalan dengan baik. Ketaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan, khususnya penggunaan masker, tetap tinggi, termasuk antusias untuk mengikuti imunisasi.

Apakah ada peningkatan efek dari izin perjalanan rumah, saya tidak bisa menjawab saat ini karena polanya tidak seperti itu. Secara teori, yang heboh hari ini adalah data kasusnya baru terlihat 14 hari kemudian,” ujarnya.

Kami masih akan standby untuk bulan depan. Saya melihat kepatuhan masyarakat masih tinggi,” katanya.

Jika setelah libur lebaran jumlah kasus Covid-19 masih turun atau bertambah, namun tidak signifikan, maka transisi dari pandemi ke endemik akan semakin jelas.

Kalau kasusnya tetap miring setelah 14 hari Lebaran, maka saya bisa klaim itu berarti endemik,” katanya.

Di sisi lain, Ridwan Kamil mendukung keputusan penundaan jadwal masuk sekolah untuk mencegah kemacetan arus balik.

Seperti diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten untuk memberikan keleluasaan penambahan tiga hari dari tanggal 9 Mei 2022 menjadi 12 Mei 2022. Masa libur sekolah tambahan ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan.

Keputusan untuk mengambil liburan tergantung pada situasi. Kami telah mengalami fase darurat selama dua tahun. Jadi kalau ada perpanjangan sedikit, saya yakin kita akan tahu asalkan tidak mempengaruhi isi belajar mengajar,” pungkasnya.

Posted on

Leave a Reply

Your email address will not be published.